Menyelami Warisan Kuliner Tradisional Kota Kendari

Menyelami Warisan Kuliner Tradisional Kota Kendari

Menyelami Warisan Kuliner Tradisional Kota Kendari – Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, bukan hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga sebagai surga kuliner yang menyimpan kekayaan rasa dari berbagai etnis lokal. Dengan latar belakang budaya yang beragam, kuliner khas Kendari menawarkan cita rasa unik yang menggugah selera dan mencerminkan identitas masyarakat pesisir. Artikel ini akan mengajak Anda menjelajahi slot bonus 100 to 3x ragam makanan tradisional Kendari yang patut dicicipi, mulai dari makanan pokok, lauk-pauk, camilan, hingga minuman khas.

Keunikan Kuliner Kendari

Kuliner Kendari memiliki karakteristik yang membedakannya dari daerah lain di Indonesia:

  • Berbasis bahan lokal seperti sagu, ubi, jagung, dan ikan laut
  • Pengaruh budaya Tolaki, Buton, dan Muna dalam teknik memasak
  • Penggunaan rempah khas Sulawesi Tenggara yang memperkaya rasa
  • Tekstur dan penyajian yang unik, seperti makanan bertekstur kenyal dan lengket

Keunikan ini menjadikan kuliner Kendari sebagai representasi budaya dan kearifan lokal yang layak dilestarikan.

Hidangan Pokok dan Lauk Tradisional

1. Sinonggi

Sinonggi adalah makanan pokok masyarakat suku Tolaki yang menyerupai papeda. Terbuat dari sari pati sagu yang dimasak hingga mengental, sinonggi disajikan dengan kuah ikan berempah dan lauk pendamping seperti ikan bakar, sayur daun kelor, atau sambal khas.

Teksturnya yang kenyal dan cara makannya yang unik—menggunakan sumpit panjang slot garansi untuk menggulung sagu—menjadikan sinonggi sebagai pengalaman kuliner yang otentik.

2. Kasuami

Kasuami adalah pengganti nasi yang terbuat dari ubi kayu yang diparut, dikukus, dan dibentuk menyerupai tumpeng kecil. Rasanya tawar, cocok disantap dengan ikan asin, sambal terasi, atau sayur bening.

Makanan ini populer di kalangan masyarakat pesisir dan sering disajikan dalam acara adat atau perjamuan keluarga.

3. Lapa-Lapa

Lapa-lapa adalah olahan beras yang dimasak dengan santan dan dibungkus menggunakan janur kelapa muda. Bentuknya mirip lontong, namun memiliki rasa gurih dan tekstur lebih padat.

Biasanya disajikan bersama ikan asin goreng atau sambal tomat, lapa-lapa menjadi menu sarapan favorit di Kendari.

4. Kabuto

Kabuto adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong atau ubi yang dikeringkan, difermentasi, lalu dikukus. Disajikan dengan parutan kelapa dan ikan asin, kabuto memiliki rasa khas yang sedikit asam dan gurih.

Makanan ini dahulu menjadi sumber karbohidrat utama masyarakat pesisir saat musim paceklik.

Olahan Laut dan Lauk Khas

5. Sate Pokea

Sate pokea adalah sate kerang air tawar yang ditusuk dan dibakar, lalu disajikan dengan bumbu minimal depo 5 ribu kacang pedas manis. Biasanya disantap bersama gogos (lemper tanpa isi) atau lapa-lapa.

Rasa gurih dari kerang berpadu dengan bumbu kacang menjadikan sate pokea sebagai camilan favorit di sore hari.

6. Ikan Dole

Ikan dole adalah olahan ikan tenggiri yang dicampur dengan parutan kelapa dan bumbu, lalu digoreng hingga kecokelatan. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, cocok disantap dengan nasi hangat dan sambal.

Makanan ini sering dijumpai di warung makan tradisional dan menjadi lauk andalan masyarakat Kendari.

Camilan Tradisional dan Kue Khas

7. Karasi

Karasi adalah kue tradisional berbentuk jaring segitiga yang terbuat dari tepung beras dan gula merah. Digoreng hingga renyah, karasi cocok sebagai teman minum kopi atau teh.

Kue ini memiliki daya simpan yang lama dan sering dijadikan oleh-oleh khas Kendari.

8. Kue Bagea Sagu

Bagea sagu adalah kue kering berbahan dasar tepung sagu, kacang tanah, dan rempah seperti cengkeh dan kayu manis. Rasanya manis dan aromanya khas, cocok untuk camilan atau oleh-oleh.

Kue ini populer di toko oleh-oleh dan sering dikemas dalam bentuk bundar pipih.

9. Bolu Mete

Bolu mete adalah bolu kukus yang diberi taburan kacang mete, salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tenggara. Rasanya lembut dan gurih, cocok untuk hidangan penutup atau oleh-oleh.

Minuman dan Hidangan Penutup

10. Es Sinonggi

Meski sinonggi dikenal sebagai makanan pokok, versi minuman dinginnya juga mulai populer. Es sinonggi dibuat dari sagu cair yang disajikan dengan sirup dan es batu, memberikan sensasi segar dan kenyal.

Minuman ini cocok dinikmati saat cuaca panas dan menjadi inovasi kuliner modern Kendari.

11. Sarabba Kendari

Sarabba adalah minuman hangat berbahan dasar jahe, santan, gula aren, dan telur. Meski lebih dikenal di Makassar, versi Kendari memiliki tambahan rempah lokal seperti daun pandan dan kayu manis.

Minuman ini dipercaya dapat menghangatkan tubuh dan meningkatkan stamina.